Wikipedia

Hasil penelusuran

Translate

Kamis, 20 April 2017

Arsitektur Game Engine

Nama                 : M.Rezha Pahlevi
NPM                  : 57414491
Kelas                  : 3IA21
Mata Kuliah      : Pengantar Teknologi Game
Dosen                 : Syefani Rahma Deski

Bab                     : 4

TUGAS


  1. Pengertian dari arsitektur game engine 
  2. sebutkan 2 contoh game engine dan jelaskan apa engine yang digunakan?

Arsitektur Game Engine

Arsitek adalah pelajaran untuk membuat rancangan dari bangunan. Sedangkan  arsitektur mesin game adalah system perangkat lunak yang  dirancang untuk menciptakan dan pengembangan video game. Dapat dikatakan  bahwa arsitektur mesin game itu adalah rancangan dari sistem perangkat  lunak dari game itu sendiri.

Tahap awal dari merancang suatu game adalah memilih jenis game yang akan  dibuat agar dapat lebih terfokus dalam mengerjakannya. Selanjutnya adalah  mendesaian game yang akan dibuat. Setelah kita memiliki desain game,  langkah berikutnya adalah mengimplementasikan desain tersebut menjadi  source code. Apabila source telah selesai dirancang, maka game tersebut  dapat dimainkan dan digunakan sesuai yang diinginkan oleh sang pembuat  game. Apakah game tersebut dibuat untuk dikomersilkan atau dikembangkan  oleh orang lain.

Beberapa elemen yang terdapat dalam game engine, yaitu:
      a)      Tools/Data
Pada pengembangan game paling tidak dibutuhkan beberapa tools seperti 3d model editor, level editor dan graphics programs. Bahkan jika diperlukan, seringkali kita mengembangkan game engine tersebut dengan menambahkan beberapa code dan fitur yang diperlukan.

      b)      System
System adalah bagian dari game engine yang berfungsi untuk melakukan komunikasi dengan hardware yang berada di dalam mesin. System adalah bagian yang membutuhkan perubahan yang cukup banyak apabila dilakukan implementasi pada platform yang berbeda. Di dalam system sendiri terdapat beberapa sub system seperti graphics, input, sound, timer, configuration. System bertanggung jawab untuk melakukan inisialisasi, update dan mematikan sub system yang terdapat di dalamnya.

      c)       Console
Console dapat merubah setting game dan setting game engine di dalam game tanpa perlu melakukan restart pada game tersebut. Console biasa digunakan dalam proses debugging, seperti misalnya apabila game engine tersebut mengalami error maka kita hanya mengoutputkan error message tersebut ke dalam console tanpa harus melakukan restart.

      d)      Support
Support merupakan bagian yang sering digunakan pada system di galam game engine. Support berisikan rumus-rumus matematika yang biasa digunakan, vector, matrix, memory, file loader. Merupakan dasar dari game engine dan hampir digunakan dalam semua project game engine.

      e)      Renderer/Engine Core
Renderer/engine core terdiri dari beberapa sub yaitu visibility, collision detection dan response, camera, static geometry, dynamic geometry, particle systems, billboarding, meshes, skybox, lighting, fogging, vertex shading dan output.

      f)       Game Interface
Game interface merupakan layer antara game engine dan game itu sendiri. Berfungsi sebagai control yang bertuuan untuk memberikan interface apabila di dalam game engine tersebut terdapat fungsi yang bersifat dinamis sehingga memudahkan untuk mengembangkan game tersebut.

      g)      The Game
Game merupakan inti dari penggunaan game engine sendiri, sehingga ini tergantung bagaimana pengguna dalam mengembangkannya.


  • 2 Contoh Game Engine

BLENDER

Blender merupakan software open source yang dapat digunakan untuk membuat animasi ataupun game 3D. Game engine pada Blender ditulis menggunakan C++ dan juga mendukung script Phyton dan suara OpenAL 3D. Contoh game menggunakan blender adalah Yo Frankie!, Sintel The Game dan Boro-Toro.
Fitur-fitur yang ada dalam blender :
·         Deteksi collision dan simulasi dinamik mendukung Bullet Physics Library.
·         Memiliki tipe-tipe bentuk seperti box, sphere, kerucut, silinder, kapsul, compound, dan static triangle mesh.
·         Mendukung dynamic constraints.
·         Full support pada kendaraan dinamis, termasuk reaksi pegas, kekakuan, dan gesekan.
·         Mengukung semua mode pencahayaan OpenGLTM , termasuk transparasi, tekstur pantulan, dan animasi.
·         Menggunakan SDL toolkit
·         Multi-layering Scene
·         Mendukung multimaterial, multitekstur dan texture blending mode.


Ø  Game engine yang digunakan
Blender sudah memiliki “Engine Game” sendiri dan menggunakan “Python” sebagai bahasa pemograman yang lebih mudah ketimbang menggunakan C++ atau C.
Blender menggunakan “OpenGL” sebagai render grafiknya yang dapat digunakan pada

berbagai macam “OS” seperti Windows, Linux dan Mac OS X.

OGRE


Singkatan dari Object-Oriented Graphics Rendering Engine yang merupakan game engine fleksibel yang berbasis scene ditulis dengan bahasa C++ didesain agar lebih mudah dipakai oleh para developer untuk memproduksi game dan demo yang menggunakan hardware 3D graphics. Library kelas menggambarkan semua rincian dari penggunaan sistem library seperti Direct3D dan OpenGL yang menyediakan sebuah antarmuka berbasis pada objek dunia dan kelas intuitif lainnya. Contoh game yang menggunakan OGRE misalnya The Book of Unwritten Tales, Torchlight, Ankh dan lain-lain.
Fitur-fitur yang dimiliki OGRE :
·         OGRE memiliki desain berorientasi objek dengan arsitektur plugin yang memudahkan dalam menambah fitur.
·         Berbasis scene graph yang mendukung menejemen pemandangan yang sangat luas.
·         Merupakan multi platform dengan dukungan OpenGL dan Direct3D. Dapat merender konten yang sama dalam platform yang berbeda tanpa perlu memperhatikan perbedaan kapabilitas setiap platform.
·         Mendukung program Vertex dan Fragment bersamaan dengan custom shaders yang tertulis di GLSL, HLSL, Cg, dan Assembler.

Tidak ada komentar: