NPM : 57414491
Kelas : 3IA21
Mata Kuliah : Pengantar Teknologi Game
Dosen : Syefani Rahma Deski
Bab : 4
TUGAS
- Pengertian dari arsitektur game engine
- sebutkan 2 contoh game engine dan jelaskan apa engine yang digunakan?
Arsitektur Game Engine
Arsitek adalah
pelajaran untuk membuat rancangan dari bangunan.
Sedangkan arsitektur mesin game adalah system perangkat lunak
yang dirancang untuk menciptakan dan pengembangan video game. Dapat
dikatakan bahwa arsitektur mesin game itu adalah rancangan dari
sistem perangkat lunak dari game itu sendiri.
Tahap awal dari
merancang suatu game adalah memilih jenis game yang akan dibuat agar
dapat lebih terfokus dalam mengerjakannya. Selanjutnya
adalah mendesaian game yang akan dibuat. Setelah kita memiliki
desain game, langkah berikutnya adalah mengimplementasikan desain
tersebut menjadi source code. Apabila source telah selesai
dirancang, maka game tersebut dapat dimainkan dan digunakan sesuai
yang diinginkan oleh sang pembuat game. Apakah game tersebut dibuat
untuk dikomersilkan atau dikembangkan oleh orang lain.
Beberapa elemen yang terdapat dalam game
engine, yaitu:
a) Tools/Data
Pada pengembangan game
paling tidak dibutuhkan beberapa tools seperti 3d model editor, level editor
dan graphics programs. Bahkan jika diperlukan, seringkali kita mengembangkan
game engine tersebut dengan menambahkan beberapa code dan fitur yang
diperlukan.
b) System
System adalah bagian
dari game engine yang berfungsi untuk melakukan komunikasi dengan hardware yang
berada di dalam mesin. System adalah bagian yang membutuhkan perubahan yang
cukup banyak apabila dilakukan implementasi pada platform yang berbeda. Di dalam
system sendiri terdapat beberapa sub system seperti graphics, input, sound,
timer, configuration. System bertanggung jawab untuk melakukan inisialisasi,
update dan mematikan sub system yang terdapat di dalamnya.
c) Console
Console dapat merubah
setting game dan setting game engine di dalam game tanpa perlu melakukan
restart pada game tersebut. Console biasa digunakan dalam proses debugging,
seperti misalnya apabila game engine tersebut mengalami error maka kita hanya
mengoutputkan error message tersebut ke dalam console tanpa harus melakukan
restart.
d) Support
Support merupakan
bagian yang sering digunakan pada system di galam game engine. Support
berisikan rumus-rumus matematika yang biasa digunakan, vector, matrix, memory,
file loader. Merupakan dasar dari game engine dan hampir digunakan dalam semua
project game engine.
e) Renderer/Engine
Core
Renderer/engine core
terdiri dari beberapa sub yaitu visibility, collision detection dan response,
camera, static geometry, dynamic geometry, particle systems, billboarding,
meshes, skybox, lighting, fogging, vertex shading dan output.
f) Game
Interface
Game interface
merupakan layer antara game engine dan game itu sendiri. Berfungsi sebagai
control yang bertuuan untuk memberikan interface apabila di dalam game engine
tersebut terdapat fungsi yang bersifat dinamis sehingga memudahkan untuk
mengembangkan game tersebut.
g) The
Game
Game merupakan inti
dari penggunaan game engine sendiri, sehingga ini tergantung bagaimana pengguna
dalam mengembangkannya.
- 2 Contoh Game Engine
BLENDER
Blender merupakan software open source yang dapat
digunakan untuk membuat animasi ataupun game 3D. Game engine pada Blender
ditulis menggunakan C++ dan juga mendukung script Phyton dan suara OpenAL 3D.
Contoh game menggunakan blender adalah Yo Frankie!, Sintel The Game dan Boro-Toro.
Fitur-fitur
yang ada dalam blender :
·
Deteksi
collision dan simulasi dinamik mendukung Bullet Physics Library.
·
Memiliki
tipe-tipe bentuk seperti box, sphere, kerucut, silinder, kapsul, compound, dan
static triangle mesh.
·
Mendukung
dynamic constraints.
·
Full support
pada kendaraan dinamis, termasuk reaksi pegas, kekakuan, dan gesekan.
·
Mengukung
semua mode pencahayaan OpenGLTM , termasuk transparasi, tekstur pantulan, dan
animasi.
·
Menggunakan
SDL toolkit
·
Multi-layering
Scene
·
Mendukung
multimaterial, multitekstur dan texture blending mode.
Ø
Game engine
yang digunakan
Blender
sudah memiliki “Engine Game” sendiri dan menggunakan “Python” sebagai bahasa
pemograman yang lebih mudah ketimbang menggunakan C++ atau C.
Blender
menggunakan “OpenGL” sebagai render grafiknya yang dapat digunakan pada
berbagai macam “OS” seperti Windows, Linux dan Mac OS X.
OGRE
Singkatan dari Object-Oriented Graphics
Rendering Engine yang merupakan game engine fleksibel yang berbasis
scene ditulis dengan bahasa C++ didesain agar lebih mudah dipakai oleh para
developer untuk memproduksi game dan demo yang menggunakan hardware 3D
graphics. Library kelas menggambarkan semua rincian dari penggunaan sistem
library seperti Direct3D dan OpenGL yang menyediakan sebuah antarmuka berbasis
pada objek dunia dan kelas intuitif lainnya. Contoh game yang menggunakan OGRE
misalnya The Book of Unwritten Tales, Torchlight, Ankh dan
lain-lain.
Fitur-fitur
yang dimiliki OGRE :
·
OGRE
memiliki desain berorientasi objek dengan arsitektur plugin yang memudahkan
dalam menambah fitur.
·
Berbasis
scene graph yang mendukung menejemen pemandangan yang sangat luas.
·
Merupakan
multi platform dengan dukungan OpenGL dan Direct3D. Dapat merender konten yang
sama dalam platform yang berbeda tanpa perlu memperhatikan perbedaan
kapabilitas setiap platform.
·
Mendukung
program Vertex dan Fragment bersamaan dengan custom shaders yang tertulis di
GLSL, HLSL, Cg, dan Assembler.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar