Nama : M.Rezha Pahlevi
Kelas : 4IA21
Npm : 57414491
Mata kuliah : Pengantar Komputasi Modern
- Cloud Computing
Cloud Computing adalah gabungan dari pemanfaatan
teknologi (komputasi) dan pengembangan berbasis internet (awan). Cloud
Computing merupakan sebuah metode penggabungan dari berbagai pemanfaatan
beberapa teknologi dimana kemampuan TI disediakan sebagai layanan berbasis
internet.
Contoh Cloud Computing seperti Ymail atau Gmail. Anda
tidak perlu software atau hardware (server) untuk menggunakannya. Semua
Konsumen hanya perlu koneksi Internet dan mereka dapat mulai mengirimkan email.
Software manajemen email dan server semuanya ada di cloud (internet) dan secara
total di kelola oleh provider seperti Yahoo, Google, etc. Konsumen hanya perlu
menggunakan software itu sendiri dan menikmati manfaatnya.
Perhatikan titik-titik komputer/server sebagai
gabungan dari sumber daya yang akan dimanfaatkan. Lingkaran-lingkaran sebagai
media aplikasi yang menjembatani sumber daya dan cloud-nya adalah internet.
Semuanya tergabung menjadi satu kesatuan dan inilah yag dinamakan cloud
computing.Analoginya adalah, “Jika anda membutuhkan Susu, anda tidak perlu
membeli sapi. Karena yang anda butuhkan adalah Susunya (manfaatnya) bukan
Sapinya (Software/hardware). Itu sama saja dengan anda menggunakan software
atau hardware seperti mengirim email, dan lain-lain tanpa harus memiliki
Aplikasi Penyedia layanannya.
- Grid Computing
Grid Computing atau Komputasi Grid merupakan
salah satu dari tipe Komputasi Paralel, adalah penggunaan sumber daya yang
melibatkan banyak komputer terpisah secara geografis namun tersambung via jalur
komunikasi (termasuk Internet) untuk memecahkan persoalan komputasi skala
besar. Semakin cepat jalur komunikasi terbuka, maka peluang untuk menggabungkan
kinerja komputasi dari sumber-sumber komputasi yang terpisah menjadi semakin
meningkat. Dengan demikian, skala komputasi terdistribusi dapat ditingkatkan
secara geografis lebih jauh lagi, melintasi batas-batas domain administrasi
yang ada.
Sebagai sistem terdistribusi dengan non-interaktif
beban kerja yang melibatkan sejumlah besar file. Apa yang membedakan grid
computing dari konvensional sistem komputasi kinerja tinggi seperti komputasi
cluster adalah grid lebih cenderung longgar digabungkan, heterogen, dan
geografis.
Grid computing merupakan salah satu jenis dari komputasi modern. Grid computing adalah arsitektur TI baru yang menghasilkan sistem informasi perusahaan yang berbiaya rendah dan lebih adaptif terhadap dinamika bisnis. Dengan grid computing, sejumlah komponen hardware dan software yang modular dan independen akan dapat dikoneksikan dan disatukan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan bisnis. Lebih jauh, dari sisi ekonomi, implementasi grid computing berarti membangun pusat komputasi data yang tangguh dengan struktur biaya variatif yang bias disesuaikan dengan kebutuhan.
Secara singkat, grid computing berarti
menyatukan seluruh sumberdaya TI ke dalam sekumpulan layanan yang bisa
digunakan secara bersama-sama untuk memenuhi kebutuhan komputing perusahaan.
Infrastruktur gridcomputing secara kontinyu
menganalisa permintaan terhadap sumberdaya dan mengatur suplai untuk
disesuaikan terhadap permintaan tersebut. Dimana data disimpan atau computer
mana yang memproses permintaan tidak perlu dipikirkan. Sebagaimana arus
listrik; untuk memanfaatkannya, tempat pembangkit atau bagaimana pengabelan
jaringan listrik tidak perlu diketahui.
- Contoh Cloud Computing
Cloud computing saat ini sedang populer, namun apa
contoh dari Cloud Computing itu, berikut adalah lima contoh dari sekian banyak
Cloud Computing saat ini:
1) Email
Email adalah salah satu alat komunikasi yang sudah
cukup lama ada. Dalam email tersimpan data-data pada saat kita mengirimkan atau
menerima data. Yang berupa tulisan atau file. Data-data tersebut dapat kita
akses sewaktu-waktu kita perlukan , tanpa kita harus menyimpan data tersebut
pada komputer pribadi sendiri. Orang lain juga dapat mengakses data tersebut
tapi tentunya yang hanya menerima email itu saja.
2) Data
storage online
Penyimpanan data pada komputer personal tentu akan
santa terbatas. Jika harus membeli server sendiri amat sangat mahal sekali.
Oleh sebab itu saat ini kita dapat menyewa atau bahkan ada yang menyediakan server
gratis yang dapat kita akses secara online. Contohnya adalah Humyo, ZumoDrive,
Microsoft’s SkyDrive, S3 from Amazon, dan masih banyak yang lain.
3) Colaboration
Tools
Penkolaborasian data sering kali diperlukan. Karena
data yang ingin kita simpan bermacam-macam jenisnya dan fungsinya. ada banayk
tools yang dapat digunakan. Conothnya adalah Spicebird, Mikogo, Stixy and Vyew
t.
4) Virtual
Office
Sering kita memerlukan office untuk memproses
data-data. Saat ini kita dapat menggunakan office tidak hanya yang sudah
terinstall namun kita juga dapat menggunakan office yang disediakan secara
online. Contohnya antara lain Ajax13, ThinkFree and Microsoft’s Office Live.
5) Kekuatan
ekstra processing
Bila membutuhkan kekuatan untuk memproses secara cepat
tanpa perlu membeli perangkat tambahan maka salah satu solusinya adalah
Amazon’s EC2 virtual computing ini juga dapat diatur sesuai dengan kebutuhan
individu masing -masing orang. Contoh yang lain adalah AbiCloud, Elastichosts
and NASA’s Nebula platform.
- Ciri – Ciri Cloud Computing
Cloud computing saat ini sedang terkenal, namun apa
ciri – ciri dari Cloud Computing itu, berikut adalah 7 ciri Cloud Computing
yaitu:
1. Komputasi
Otonom
Sistem komputer yang mampu mengatur atau me-manajemen
sendiri secara otomatis.
2. Client-server
model
Komputasi client-server mengacu
secara luas untuk setiap aplikasi terdistribusi yang membedakan antara penyedia
layanan (server) dan pengguna layanan (klien).
3. Grid
computing
Suatu bentuk komputasi terdistribusi dan komputasi
paralel, dimana sebuah ‘super komputer dan virtual’ terdiri dari sekelompok
jaringan, komputer lebar ditambahkan serta bertindak untuk melakukan tugas yang
demikian besar.
4. Mainframe
komputer
Komputer luar biasa yang banyak digunakan oleh
organisasi-organisasi besar untuk aplikasi kritis, biasanya proses transaksi
pemrosesan data massal seperti sensus, statistik industri dan konsumen,
perencanaan sumber daya perusahaan, dan keuangan.
5. Utility
komputasi
Dengan kemasan sumber daya komputasi, seperti
perhitungan dan penyimpanan.
6. Peer-to-peer
Arsitektur yang didistribusikan tanpa perlu koordinasi
pusat, dengan peserta yang pada saat yang sama pihak pemasok dan konsumen
sumber daya (berbeda dengan model client-server tradisional).
7. Berorientasi
layanan komputasi
Cloud computing menyediakan layanan yang berkaitan
dengan komputasi sementara, dengan cara timbal balik, komputasi berorientasi
layanan terdiri dari teknik komputasi yang beroperasi pada perangkat lunak
layanan.
- Tingkat Layanan
Cloud computing mempunyai 3 tingkatan layanan yang
diberikan kepada pengguna, yaitu:
1. Infrastructure
as service
Hal ini meliputi Grid untuk virtualized server,
storage & network. Contohnya seperti Amazon Elastic Compute Cloud dan
Simple Storage Service.
2. Platform
as a service
Hal ini memfokuskan pada aplikasi dimana dalam hal ini
seorang developer tidak perlu memikirkan hardware dan tetap fokus pada
pembuatan aplikasi tanpa harus mengkhawatirkan sistem operasi, infrastructure
scaling, load balancing dan lain-lain. Contohnya yang sudah mengimplementasikan
ini adalah Force.com dan Microsoft Azure investment.
3. Software
as a service
Hal ini memfokuskan pada aplikasi dengan Web-based
interface yang diakses melalui Web Service dan Web 2.0. Contohnya adalah Google
Apps, SalesForce.com dan aplikasi jejaring sosial seperti
FaceBook.
- Cara Kerja Cloud Computing
Secara garis besar, berikut merupakan cara kerja
penyimpanan data dan replikasi data pada pemanfaatan teknologi Cloud
Computing.
Ketika pengguna mengakses awan untuk sebuah website
populer, banyak hal yang bisa terjadi. Pengguna IP misalnya dapat digunakan
untuk menetapkan dimana pengguna berada (geolocation). DNS jasa kemudian dapat
mengarahkan pengguna ke sebuah cluster server yang dekat dengan pengguna
sehingga situs bisa diakses dengan cepat dan dalam bahasa lokal mereka.
Pengguna tidak login ke server, tetapi mereka login ke layanan mereka
menggunakan dengan mendapatkan id sesi dan / atau cookie yang disimpan dalam
mereka browser .
- Kelebihan dan kekurangan Cloud Computing
- Menghemat biaya investasi awal untuk pembelian sumber daya.
- Bisa menghemat waktu sehingga perusahaan bisa langsung fokus ke profit dan berkembang dengan cepat.
- Membuat operasional dan manajemen lebih mudah karena sistem pribadi/perusahaan yang tersambung dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah.
- Menjadikan kolaborasi yang terpercaya dan lebih ramping.
- Mengehemat biaya operasional pada saat realibilitas ingin ditingkatkan dan kritikal sistem informasi yang dibangun.
- Kekurangan Cloud Computing
- Komputer akan menjadi lambat atau tidak bisa dipakai sama sekali jika internet bermasalah atau kelebihan beban. Dan juga perusahaan yang menyewa layanan dari cloud computing tidak punya akses langsung ke sumber daya. Jadi, semua tergantung dari kondisi vendor/penyedia layanan cloud computing. Jika server vendor rusak atau punya layanan backup yang buruk, maka perusahaan akan mengalami kerugian besar.
- Contoh Grid Computing
- Oracle 10g
- Oracle 10g meliputi:
- Oracle Database 10g
- Oracle Aplication Server 10g
- Oracle Enterprise Manaer 10g
- Konsep Grid Computing
1. Sumberdaya Infrastruktur
Mencakup hardware seperti penyimpan, prosesor, memori,
dan jaringan; juga software yang didisain untuk mengelola hardware ini, seperti
database, manajemen penyimpan, manajemen sistem, server aplikasi dan system
operasi.
2. Sumberdaya Aplikasi
Adalah perwujudan logika bisnis dan arus proses dalam
software aplikasi. Sumberdaya yang dimaksud bisa berupa aplikasi paket atau
aplikasi buatan, ditulis dalam bahasa pemrograman, dan merefleksikan tingkat
kompleksitas. Sebagai contoh, software yang mengambil pesanan dari seorang
pelanggan dan mengirimkan balasan, proses yang mencetak slip gaji, dan logika
yang menghubungkan telepon dari pelanggan tertentu kepada pihak tertentu pula.
3. Sumberdaya Informasi
Saat ini, informasi cenderung terfragmentasi dalam
perusahaan, sehingga sulit untuk memandang bisnis sebagai satu kesatuan.
Sebaliknya, grid computing menganggap
informasi adalah sumberdaya, mencakup keseluruhan data pada perusahaan dan
metadata yang menjadikan data bisa bermakna. Data bias berbentuk terstruktur,
semi-terstruktur, atau tidak terstruktur, tersimpan di lokasi manapun, seperti
dalam database, sistem file lokal.
- Prinsip Kerja Grid Computing
Dua prinsip kerja utama grid computing yang membedakannya dari arsitektur
komputasi yang lain, semisal mainframe, klien-server, atau multi-tier:
virtualisasi dan provisioning.
1. Virtualisasi
Setiap sumberdaya (semisal komputer, disk, komponen
aplikasi dan sumber informasi) dikumpulkan bersama-sama menurut jenisnya, lalu
disediakan bagi konsumen (semisal orang atau program software). Virtualisasi
berarti meniadakan koneksi secara fisik antara penyedia dan konsumen
sumberdaya, dan menyiapkan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan tanpa konsumen
mengetahui bagaimana permintaannya bisa terlayani.
2. Provisioning
Ketika konsumen meminta sumberdaya melalui layer
virtualisasi, sumberdaya tertentu di belakang layer didefinisikan untuk
memenuhi permintaan tersebut, dan kemudian dialokasikan ke konsumen.
Provisioning sebagai bagian dari grid computing berarti
bahwa system menentukan bagaimana cara memenuhi kebutuhan konsumen seiring
dengan mengoptimasi jalannya sistem secara keseluruhan.
- Cara Kerja Grid Computing
Menurut tulisan singkat oleh Ian Foster ada check-list
yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi bahwa suatu sistem melakukan
komputasi grid yaitu :
1. Sistem tersebut
melakukan koordinasi terhadap sumberdaya komputasi yang tidak berada dibawah
suatu kendali terpusat. Seandainya sumber daya yang digunakan berada dalam satu
cakupan domain administratif, maka komputasi tersebut belum dapat dikatakan
komputasi grid.
2. Sistem tersebut
menggunakan standard dan protokol yang bersifat terbuka (tidak terpaut pada
suatu implementasi atau produk tertentu). Komputasi grid disusun dari
kesepakatan-kesepakatan terhadap masalah yang fundamental, dibutuhkan untuk
mewujudkan komputasi bersama dalam skala besar. Kesepakatan dan standar yang
dibutuhkan adalah dalam bidang autentikasi, otorisasi, pencarian sumberdaya,
dan akses terhadap sumber daya.
3. Sistem tersebut
berusaha untuk mencapai kualitas layanan yang canggih, (nontrivial quality of
service) yang jauh diatas kualitas layanan komponen individu dari komputasi
grid tersebut.
- Keuntungan Grid Computing
Secara generik, keuntungan dasar dari penerapan
komputasi Grid, yaitu:
1. Perkalian dari
sumber daya: Resource pool dari CPU dan storage tersedia ketika idle
2. Lebih cepat dan
lebih besar: Komputasi simulasi dan penyelesaian masalah apat berjalan lebih
cepat dan mencakup domain yang lebih luas
3. Software dan
aplikasi: Pool dari aplikasi dan pustaka standard, Akses terhadap model dan
perangkat berbeda, Metodologi penelitian yang lebih baik
4. Data: Akses
terhadap sumber data global, dan Hasil penelitian lebih baik





Tidak ada komentar:
Posting Komentar