Nama : M.Rezha Pahlevi
NPM : 57414491
Kelas : 3IA21
Mata Kuliah : Pengantar Teknologi Game
Dosen : Syefani Rahma DeskiBab : 8
TUGAS
Membahas tentang web game , konsep dari web game dan kelebihan dari game berbasis internet dan yang tidak
Web
Game atau Game Berbasis Web adalah permainan
komputer ini dimainkan melalui internet menggunakan web
browser. Syarat dimana sebuah browser dapat memainkan game ini adalah
browser sudah mendukung javascript, php, maupun flash. Game
browser dapat diciptakan dan dijalankan
menggunakan teknologi game yang menggunakan internet network sehingga
game ini juga tidak hanya dapat di akses oleh penduduk lokal saja tetapi bahkan
hingga keluar negeri.
1.
Konsep game
Anda
tidak akan dapat membuat game tanpa unsur terpenting ini. Terlebih dahulu kita
pikirkan dulu raw plan gamenya, apa genre nya,
judulnya apa, siapa tokoh utamanya, bagaimana jalan ceritanya, dan sebagainya.
Seiring dengan pembuatan game, anda bisa "meningkatkan" kualitas
game. Seperti menambah detail pada background, membuat fitur baru yang tidak
mengubah konsep utama.
Tahap
_Tahap Dalam Pembuatan Game
Fase ini merupakan fase awal dalam proses pembuatan game,
yaitu proses pembuatan konsep game. Konsep yang didapat kemudian dibuat menjadi
sebuah Vision Document yang mejelaskan game secara garis besar . Sebuah Vision
Document minimal berisi abstraksi game, target pemain, dan nilai lebih dari
game tersebut dibandingkan game lain.
Fase ini harus dilakukan sebelum proses pembuatan art assets atau
programming dimulai. Ada tiga hal yang harus dilakukan dalam pre‐production,
yaitu :
Dokumen ini adalah acuan utama dalam proses pembuatan game,
mencakup story, character design, game mechanics, level design, dan art
references. Bagian yang bertanggung jawab untuk membuat dokumen ini adalah game
designer.
- Technical
Design Document
Dokumen ini adalah pengembangan dari game design document
yang dibuat oleh bagian programmer untuk menjadi referensi programmer. Isi dari
dokumen ini adalah penjelasan teknis dari setiap bagian dari game, seperti use
case, class diagram, atau naming convention.
Sebelum project dimulai sebaiknya dibuat timeline dan
tentukan milestone‐milestone yang harus dicapai. Pada tahap ini setiap task
harus sudah didefinisikan dan dialokasikan pada orang‐orang yang bersangkutan.
Pada fase ini proses pembuatan game secara teknis dimulai,
dari pembuatan asset dalam game, pembuatan sound effect, sampai digabungkan
menjadi sebuah software game. Proses‐proses tersebut harus mengacu pada dokumen‐dokumen
yang dibuat pada fase pre‐production.
· Art :
Concept Art, 2D sprite, 2D Animation, Projection (pra 3D Model), 3D Model,
Texturing, Rigging (Menambah Bone pada 3D Model), 3D Animation, Programming,
Game Engine.
· Programming :
Sebelum membuat game, sebaiknya merancang arsitektur game
yang efektif dan efisien agar game yang dihasilkan lebih stabil dan mudah
dimodifikasi. Arsitektur game yang dapat digunakan kembali untuk game lain bisa
disebut sebagai sebuah game engine. Sebuah game engine yang baik harus memiliki
fitur‐fitur yang akan dibutuhkan dalam game, mulai dari graphic 2D atau 3D,
audio, AI, networking, dan lain‐lain.
Setelah memiliki arsitektur game yang baik, sistem game
bisa diimplementasikan. Mulai dari bagaimana karakter bergerak, bagaimana game
menerima input dari pemain, dan lain‐lain.
- Game
Tools / Level Editor
Untuk mempermudah pembuatan game, terutama jika content
dalam game cukup banyak, dapat dibuat game tools. Contoh paling umum adalah
level atau world editor. Tools tersebut dibuat terpisah dari game dan hanya
digunakan dalam pengembangan game.
Setelah semua fitur dalam game dibuat, barulah game content
bisa dimasukkan dalam game. Contoh
content yang dimaksud adalah in‐game dialog, item, level, atau misi. Ada
beberapa milestone penting yang berkaitan dengan status game
Keuntungan
·
· Pay
Per Item, game yang berada pada category ini merupakan game yang bisa diinstall
atau dimainkan secara gratis, dan game ini biasanya mengenakan biaya pada
pemainnya apabila pemainnya ingin cepat menaikkan level atau membeli barang
(item) langka yang tidak pernah dijumpai pada permainan. Jenis game seperti ini
yang paling dijumpai di Indonesia. Contoh: Ninja Saga, Farmville, Mafia
Wars,The Sims Social,Point Blank,dll jika dibandingkan dengan yabng tidak
berbasis web
·
· Pay
per Play, game ini harus dibeli dan diinstal secara legal karena pada saat
diinstal game terebut akan mendaftarkan pemain ke internet langsung dan apabila
yang diinstal adalah program bajakan maka secara otomatis system akan
memblokirnya. Contoh: War of Warcraft,Ragnarok,dll
Sumber: