Judul : Pengertian, Sejarah, Perbedaan, dan Elemen DKV
Nama : M.Rezha Pahlevi
NPM : 57414491
Kelas : 3IA21
Mata Kuliah : Desain Permodelan Grafik
Nama Dosen : Syefani Rahma Deski
- Pengertian Desain Komunikasi Visual
Desain Komunikasi Visual adalah ilmu yang mempelajari konsep komunikasi dan
ungkapan kreatif, teknik dan media untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara
visual, termasuk audio dengan mengolah elemen desain grafis berupa bentuk
gambar, huruf dan warna, serta tata letaknya, sehingga pesan dan gagasan dapat
diterima oleh sasarannya.
Desain Komunikasi Visual adalah ilmu yang mengembangkan bentuk bahasa
komunikasi visual berupa pengolahan pesan-pesan untuk tujuan sosial atau
komersial, dari individu atau kelompok yang ditujukan kepada individu atau
kelompok lainnya. Pesan dapat berupa informasi produk, jasa atau gagasan yang
disampaikan kepada target audience, dalam upaya peningkatan usaha penjualan,
peningkatan citra dan publikasi program pemerintah.
Pada prinsipnya desain komunikasi visual adalah perancangan untruk menyampaikan
pola pikir dari penyampaian pesan kepada penerima pesan, berupa bentuk visual
yang komunikatif, efektif, efisien dan tepat. terpola dan terpadu serta
estetis, melalui media tertentu sehingga dapat mengubah sikap positif sasaran.
elemen desain komunikasi visual adalah gambar/ foto, huruf, warna dan tata
letak dalam berbagai media. baik media cetak, massa, elektronika maupun audio
visual. Akar bidang desain komunikasi visual adalah komunikasi budaya,
komunikasi sosial dan komunikasi ekonomi.
- Sejarah
Desain Komunikasi Visual
Sejak jaman pra-sejarah manusia
telah mengenal dan mempraktekkan komunikasi visual. Bentuk komunikasi visual
pada jaman ini antara lain adalah piktogram yang digunakan untuk menceritakan
kejadian sehari-hari pada Jaman Gua (Cave Age), bentuk lain adalah
hieroglyphics yang digunakan oleh bangsa Mesir. Kemudian seiring dengan
kemajuan jaman dan keahlian manusia, bentuk-bentuk ini beralih ke tulisan,
contohnya prasasti, buku, dan lai-lain. Dengan perkembangan kreatifitas
manusia, bentuk tulisan ini berkembang lagi menjadi bentuk-bentuk yang lebih
menarik dan komunikatif, contohnya seni panggung dan drama; seperti sendratari
Ramayana, seni pewayangan yang masih menjadi alat komunikasi yang sangat
efektif hingga sekarang.
Sebagai suatu profesi, desain
komunikasi visual baru berkembang sekitar tahun 1950-an. Sebelum itu, jika
seseorang hendak menyampaikan atau mempromosikan sesuatu secara visual, maka ia
harus menggunakan jasa dari bermacam-macam “seniman spesialis”. Spesialis-spesialis
ini antara lain adalah visualizers (seniman visualisasi); typographers (penata
huruf), yang merencanakan dan mengerjakan teks secara detil dan memberi
instruksi kepada percetakan; illustrators, yang memproduksi diagram dan sketsa
dan lain-lain.
Dalam perkembangannya, desain
komunikasi visual telah melengkapi pekerjaan dari agen periklanan dan tidak
hanya mencakup periklanan, tetapi juga desain majalah dan surat kabar yang
menampilkan iklan tersebut.Desainer komunikasi visual telah menjadi bagian dari
kelompok dalam industri komunikasi – dunia periklanan, penerbitan majalah dan
surat kabar, pemasaran dan hubungan masyarakat (public relations).
- Perbedaan
Desain Komunikasi Visual dan Seni Murni
Desain Komunikasi Visual sebagai
seni rupa terapan adalah bentuk seni yang penerapannya berlaku secara umum
dalam bentuk komunikasi visual. Sedangkan Seni murni merupakan ekspresi jiwa
yang bersifat individual, subjektif, dan lebih ditujukan kepada kepuasan
terhadap karya, bukan terhadap fungsi.
Jadi, perbedaan DKV dan seni murni
jelas ada pada tujuan pembuatan karyanya. Seni murni digunakan untuk
mengekspresikan diri senimannya, sedangkan DKV dibuat berdasarkan kebutuhan
yang akan digunakan untuk pembuatnya atau yang meminta jasa pembuatannya.
Contoh perbedaan dari DKV dan seni
murni antara lain : lukisan dan poster
- Elemen-Elemen
Desain Komunikasi Visual
Christine Suharto Cenadi (1999:5)
menyebutkan bahwa elemen-elemen desain komunikasi visual diantaranya adalah
tipografi, ilustrasi, dan simbolisme. Elemen-elemen ini dapat berkembangan
seiring dengan perkembangan teknologi dan penggunaan media.
a. Tata Letak Perwajahan (Layout)
Pengertian layout menurut Graphic
Art Encyclopedia (1992:296) “Layout is arrangement of a book, magazine, or
other publication so that and illustration follow a desired format”. Layout
adalah merupakan pengaturan yang dilakukan pada buku, majalah, atau bentuk
publikasi lainnya, sehingga teks dan ilustrasi sesuai dengan bentuk yang
diharapkan.
Lebih lanjut dapat dikatakan bahwa: “Layout includes directions for marginal
data, pagination, marginal allowances, center headings and side head, placement
of illustration.” Layout juga meliputi semua bentuk penempatan dan pengaturan
untuk catatan tepi, pemberian gambar, penempatan garis tepi, penempatan ukuran
dan bentuk ilustrasi. Menurut Smith (1985) dalam Sutopo (2002:174) mengatakan
bahwa proses mengatur hal atau pembuatan layout adalah merangkaikan unsur
tertentu menjadi susunan yang baik, sehingga mencapai tujuan.
b. Tipografi
Menurut Frank Jefkins (1997:248)
tipografi merupakan:
“Seni memilih huruf, dari ratusan jumlah rancangan atau desain jenis huruf yang
tersedia, menggabungkannya dengan jenis huruf yang berbeda, menggabungkan
sejumlah kata yang sesuai dengan ruang yang tersedia, dan menandai naskah untuk
proses typesetting, menggunakan ketebalan dan ukuran huruf yang berbeda.
Tipografi yang baik mengarah pada keterbacaan dan kemenarikan, dan desain huruf
tertentu dapat menciptakan gaya (style) dan karakter atau menjadi karakteristik
subjek yang diiklankan.”
Wirya (1999:32) mengatakan bahwa
beberapat tipe huruf mengesankan nuansa-nuansa tertentu, seperti kesan berat,
ringan, kuat, lembut, jelita, dan sifat-sifat atau nuansa yang lain.
c. Ilustrasi
Ilustrasi dalam karya desain komunikasi visual dibagi menjadi dua, yaitu
ilustrasi yang dihasilkan dengan tangan atau gambar dan ilustrasi yang
dihasilkan oleh kamera atau fotografi. Menurut Wirya (1999:32) ilustrasi dapat
mengungkapkan sesuatu secara lebih cepat dan lebih efektif daripada tekas.
Fungsi ilustrasi menurut Pudjiastuti (1997:70) adalah:
“Ilustrasi digunakan untuk membantu mengkomunikasikan pesan dengan tepat dan
cepat serta mempertegas sebagai terjemahan dari sebuah judul, sehingga bisa
membentuk suatu suasana penuh emosi, dari gagasan seakan-akan nyata. Ilustrasi
sebagai gambaran pesan yang tak terbaca dan bisa mengurai cerita berupa gambar
dan tulisan dalam bentuk grafis informasi yang memikat. Dengan ilustrasi, maka
pesan menjadi lebih berkesan, karena pembaca akan lebih mudah mengingat gambar
daripada kata-kata.
d. Simbolisme
Simbolisme sangat efektif digunakan sebagai sarana informasi untuk menjembatani
perbedaan bahasa yang digunakan karena sifatnya yang universal dibanding
kata-kata atau bahasa. Bentuk yang lebihh kompleks dari simbol adalah logo.
Logo merupakan identifikasi dari sebuah perusahaan karena logo harus mampu
mencerminkan citra, tujuan, jenis, serta objektivitasnya agar berbeda dari yang
lainnya. Farbey (1997:91) mengatakan bahwa banyak iklan memiliki elemen-elemen
grafis yang tidak hanya terdapat ilustrasi, tetapi juga terdapat muatan grafis
yang penting seperti logo perusahaan atau logo merek, simbol perusahaan, atau
ilustrasi produk.
e. Warna
Warna merupakan elemen penting yang dapat mempengaruhi sebuah desain. Pemilihan
warna dan pengolahan atau penggabungan satu dengan lainnya akan dapat
memberikan suatu kesan atau image yang khas dan memiliki karakter yang unik,
karena setiap warna memiliki sifat yang berbeda-beda. Danger (1992:51)
menyatakan bahwa warna adalah salah satu dari dua unsur yang menghasilkan daya
tarik visual, dan kenyataannya warna lebih berdaya tarik pada emosi daripada
akal.
f. Animasi
Penggunaan unsur-unsur gerak atau disebut animasi khususnya dalam multimedia
akan menimbulkan kesan tersendiri bagi yang melihatnya. Istanto (2001:61)
mengatakan bahwa konsep dari animasi menggambarkan gerak sehingga dapat
mendukung tampilan secara lebih dinamis.
Berdasarkan teknis pembuatannya, animasi dibagi menjadi dua, yaitu:
• Animasi dua dimensi (2D), adalah animasi yang berkesan datar (flat), baik itu
karakter maupun warnanya.
• Animasi tiga dimensi (3D), adalah karakter yang dibuat dapat dilihat dari
berbagai sudut pandang dan adanya kesan mendalam atau berdimensi ruang.
Penggunaan animasi dalam sebuah desain multimedia dapat menjadikan tampilan
menjadi lebih menarik dan dinamis. Pemilihan jenis animasi yang digunakan
bergantung pada kebutuhannya sehingga desaian yang dihasilkan dapat lebih
efektif dan efisien.
g. Suara
Suara merupakan elemen pendukung yang digunakan untuk lebih menghidupkan
suasana interaksi. Dalam multimedia interaktif, suara dibedakan menjadi dua,
yaitu suara utama dan suara pendukung. Suara utama adalah suara yang mengiringi
pengguna selama interaksi berlangsung, sedang suara pendukung merupakan suara
yang terdapat pada tombol-tombol.
sumber :